Indonesia Sambut Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Operasi Militer dan Kemanusiaan

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kapal ITS Giuseppe Garibaldi resmi tiba di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026), setelah menempuh pelayaran panjang dari Italia. Kedatangan kapal tersebut disambut Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto serta jajaran kepala staf angkatan. ANTARA melaporkan kapal memasuki kawasan pelabuhan sekitar pukul 07.58 WIB.

Kedatangan Giuseppe Garibaldi menjadi bagian dari penguatan kemampuan maritim Indonesia. Sebelum bersandar di Jakarta, kapal telah memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan mendapat pengawalan dari KRI Brawijaya-320 serta KRI Prabu Siliwangi-321.

Berdasarkan keterangan Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, kapal bertolak dari Italia pada akhir Agustus 2026 dan menempuh perjalanan sekitar 25 hari dengan jarak kurang lebih 6.870 mil laut. Dalam pelayarannya menuju Indonesia, kapal melintasi Terusan Suez, Laut Merah dan Samudra Hindia, serta melakukan sejumlah persinggahan untuk kebutuhan logistik, pengisian bahan bakar dan layanan teknis.

Baca Juga :  Tol IKN Segmen 5B Rampung 100 Persen, Serah Terima Ditargetkan Oktober 2026 dan Belum Langsung Dibuka

Diproyeksikan Mendukung Operasi Militer dan Kemanusiaan

Giuseppe Garibaldi memiliki panjang sekitar 180,2 meter dan lebar 33,4 meter. Kapal mampu mencapai kecepatan maksimum sekitar 30 knot dan memiliki jarak jelajah hingga sekitar 7.000 mil laut pada kecepatan ekonomis.

Geladaknya dapat mendukung pengoperasian helikopter dan wahana udara lainnya. Dalam pemanfaatannya oleh Indonesia, kapal tersebut diproyeksikan tidak hanya menunjang Operasi Militer Selain Perang (OMSP), tetapi juga mendukung penanganan bencana, bantuan kemanusiaan, operasi helikopter dan drone, serta fungsi komando dalam operasi yang membutuhkan mobilitas tinggi di wilayah kepulauan.

Operasi Kemanusiaan Kapal Induk

Sejumlah laporan menyebut kapal akan dioperasikan TNI AL dengan nama KRI Sriwijaya setelah proses transisi dan penyesuaian selesai.

Kemampuan tersebut dinilai relevan dengan karakter geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan membutuhkan sarana mobilisasi personel, logistik serta unsur udara dalam operasi lintas wilayah.

Baca Juga :  Bikin Bangga! Kapal Induk Pertama RI Berlayar Menuju Jakarta

Bagian dari Modernisasi Sistem Senjata TNI AL

Kehadiran kapal ini sekaligus menambah jenis platform strategis yang dapat dikembangkan dalam modernisasi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL.

Selain kemampuan tempur dan pengamanan laut, kapal berukuran besar dapat berfungsi sebagai pangkalan bergerak untuk membawa personel, helikopter, drone, perlengkapan medis hingga bantuan logistik ketika terjadi keadaan darurat.

Dengan kedatangan Giuseppe Garibaldi di Indonesia, proses selanjutnya akan menentukan konfigurasi dan pola operasional kapal tersebut setelah berada di bawah TNI AL.

Kapal ini diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menjaga wilayah maritim sekaligus memperluas kapasitas respons terhadap bencana dan operasi kemanusiaan di berbagai wilayah Nusantara.

Berita Terkait

Pemutihan Pajak Kendaraan Kaltim Berakhir 22 November, Warga Diminta Segera Bayar Pokok Saja
Putusan MA Suket Gibran: Apa Artinya bagi Warga Kaltim dan Proses di DPR
Putusan MA soal Suket Gibran: Apa Artinya bagi Warga Kaltim dan Bagaimana Proses Politiknya Berjalan
Dakwaan Silmy Karim Rp168,9 Miliar: Pelajaran dari Kasus Pungutan Izin Tinggal WNA
Video Viral Sejak 20 Oktober: Warga Kaltim Tebar Benih Pohon di Lahan Bekas Karhutla
Polri Tetapkan 243 Orang dan 13 Korporasi Tersangka Karhutla, 23 Laporan Direkomendasikan Cabut Izin
WALHI Kaltim: Karhutla Cermin Pilihan Politik, Bukan Sekadar Musim Kemarau
Karhutla Balikpapan 2026 Capai 135 Kejadian, Balikpapan Timur Tertinggi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:23 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Kaltim Berakhir 22 November, Warga Diminta Segera Bayar Pokok Saja

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Putusan MA Suket Gibran: Apa Artinya bagi Warga Kaltim dan Proses di DPR

Senin, 2 November 2026 - 14:31 WIB

Putusan MA soal Suket Gibran: Apa Artinya bagi Warga Kaltim dan Bagaimana Proses Politiknya Berjalan

Senin, 2 November 2026 - 14:09 WIB

Dakwaan Silmy Karim Rp168,9 Miliar: Pelajaran dari Kasus Pungutan Izin Tinggal WNA

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Video Viral Sejak 20 Oktober: Warga Kaltim Tebar Benih Pohon di Lahan Bekas Karhutla

Berita Terbaru