BALIKPAPAN, KALTIM. Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla Balikpapan 2026 masih menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, BPBD mencatat 135 kejadian kebakaran lahan di wilayah Kota Balikpapan. Perkiraan luas lahan yang terbakar mencapai 93,2 hektare, dan kebakaran umumnya terjadi pada vegetasi berupa ilalang dan semak belukar.
Angka tersebut menunjukkan kebakaran lahan tidak hanya terjadi sesekali, tetapi berulang di berbagai wilayah kota. Karena itu, BPBD mengatur strategi pemadaman agar penanganan karhutla tetap berjalan tanpa mengurangi kesiapsiagaan menghadapi kebakaran di permukiman warga. Kecepatan penanganan menjadi faktor penting agar api tidak meluas ke kawasan yang lebih besar.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan petugas menjadi kunci dalam menghadapi lonjakan kejadian tersebut. Ketika ada laporan kebakaran, petugas harus segera bergerak ke lokasi agar petugas bisa memadamkan api sebelum api membesar. Strategi ini juga menjaga sebagian armada tetap bersiap di pos masing-masing untuk mengantisipasi kebakaran di lingkungan permukiman.
Sebaran Karhutla Balikpapan 2026 per Kecamatan
Data BPBD menunjukkan Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 53 kasus. Berikutnya Balikpapan Selatan mencatat 32 kejadian, dan Balikpapan Utara mencatat 29 kejadian. Sementara itu, Balikpapan Tengah mencatat 11 kejadian, Balikpapan Barat sembilan kejadian, dan Balikpapan Kota menjadi wilayah dengan kejadian paling sedikit, yakni satu kejadian.
Sebaran tersebut memperlihatkan kawasan timur sebagai titik perhatian utama dalam penanganan karhutla di Balikpapan. Wilayah lain tetap membutuhkan kewaspadaan, karena kebakaran lahan bisa muncul di lokasi yang kendaraan pemadam sulit jangkau dan di kawasan ilalang kering. Kondisi vegetasi yang mudah terbakar membuat api cepat membesar jika petugas tidak segera menangani api.
Sebagai gambaran perkembangan kejadian, BPBD sebelumnya mencatat 76 kejadian kebakaran lahan dengan luas terdampak sekitar 41,6 hektare hingga September 2026. Kemudian, hingga 12 Oktober 2026, BPBD mencatat 127 kejadian dengan perkiraan luas lahan terbakar sekitar 81 hektare. Kenaikan dari 127 menjadi 135 kejadian hingga Oktober menunjukkan kebakaran lahan masih terus terjadi menjelang akhir periode pencatatan tersebut.
Armada Siaga dan Kerja Sama dengan Perusahaan
Untuk menghadapi kondisi tersebut, BPBD menyiapkan total sekitar 15 hingga 20 unit armada yang siaga selama 24 jam. BPBD menyesuaikan penggunaan armada di lapangan dengan skala kebakaran. Jika api tidak terlalu besar, misalnya lahan yang terbakar berkisar antara 1 sampai 2 hektare, BPBD biasanya hanya menurunkan sekitar 4 unit armada, karena tim pemadam dari TNI dan Polri juga membantu proses pemadaman.
Selain mengandalkan personel pemerintah, BPBD juga menggandeng perusahaan swasta yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran. Perusahaan yang memiliki armada pemadam dapat membantu memadamkan api, sedangkan perusahaan lainnya membantu menyediakan air untuk mengisi ulang kendaraan tangki. Menurut Usman Ali, kerja sama dengan perusahaan sangat membantu, karena perusahaan yang memiliki unit pemadam bisa langsung membantu, dan perusahaan yang tidak memiliki armada dapat membantu menyediakan air.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kesiapsiagaan BPBD, baca laporan BPBD Balikpapan tentang karhutla yang memuat data kejadian dan strategi penanganan di lapangan.
Pencegahan dan Imbauan kepada Masyarakat
Di sisi pencegahan, BPBD memperkuat penyuluhan dan koordinasi bersama camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta organisasi kemasyarakatan. BPBD melakukan upaya ini secara berjenjang agar imbauan mengenai bahaya karhutla sampai ke masyarakat di tingkat kelurahan dan lingkungan. BPBD juga terus meningkatkan pengawasan di lapangan agar petugas bisa segera menindaklanjuti laporan kebakaran.
Usman Ali mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan sembarangan. Jika melihat kebakaran, BPBD meminta masyarakat segera melapor kepada BPBD melalui Call Center 122 agar petugas bisa segera menangani kebakaran. Keterlibatan warga sangat penting, terutama saat warga menemukan titik api di lingkungan sekitar, karena laporan cepat dapat membantu petugas mempercepat penanganan sebelum kebakaran meluas.
Dengan 135 kejadian tersebut, karhutla Balikpapan 2026 menjadi pengingat bahwa pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman. Kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan, laporan yang cepat melalui Call Center 122, serta kesiapsiagaan armada dan kerja sama dengan perusahaan dan aparat, menjadi rangkaian upaya yang harus terus dijaga hingga risiko kebakaran lahan menurun.
Sumber Berita : Kotaku, Inibalikpapan











