SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengklaim jumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya telah menurun signifikan. Meski begitu, kabut asap yang menyelimuti Kaltim selama empat bulan terakhir belum tuntas karena asap impor provinsi tetangga Kaltim masih memengaruhi wilayah ini.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyampaikan hal itu usai rapat koordinasi penanganan karhutla di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (20/10/2026).

“Kalimantan Timur sudah menurun banyak, tapi asap ini berasal dari provinsi lain,” ujar Seno.
Pemprov Tetap Sisir Sisa Titik Api di Tengah Asap Impor Provinsi Tetangga Kaltim
Meski menyebut asap kiriman sebagai faktor, Seno menegaskan Pemprov Kaltim bersama BNPB terus menyisir dan memadamkan sisa titik api di dalam daerah agar tidak menyala kembali. Ia juga membantah tudingan bahwa pemerintah daerah pasif menghadapi krisis asap ini.
“Kita tidak bisa hanya menyalahkan provinsi lain. Kita harus memastikan bahwa setiap titik asap dan titik api yang ada di Kalimantan Timur ini bisa padam dan tidak menyala lagi,” tegasnya.
Pemprov Siapkan Pos Layanan Oksigen
Sebagai antisipasi dampak kesehatan, khususnya lonjakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Pemprov Kaltim berencana membangun Pos Rumah Layanan Oksigen. Pemprov Kaltim merancang fasilitas darurat ini menyerupai puskesmas kecil, melengkapinya dengan tabung oksigen dan perawat, serta mengelolanya bersama BPBD dan dinas kesehatan kabupaten/kota.
“Bentuknya ya semacam puskesmas kecil begitu, kemudian ada oksigennya dan ada perawatnya,” kata Seno.
Meski demikian, Pemprov belum memerinci jumlah lokasi, wilayah sasaran, maupun waktu pasti pengoperasian pos layanan oksigen tersebut.
Dinas Kesehatan Kaltim mencatat akumulasi kasus ISPA di 10 kabupaten/kota mencapai 327.160 kasus hingga 18 Oktober 2026. Dinas mencatat bahwa tidak seluruh angka kumulatif ini merupakan dampak langsung kabut asap.
Dengan demikian, penurunan titik api di Kaltim merupakan hasil penyisiran dan pemadaman yang Pemprov lakukan bersama BNPB agar sisa titik api tidak menyala kembali. Selain itu, asap impor provinsi tetangga Kaltim masih memengaruhi wilayah ini setelah empat bulan kabut asap menyelimuti Kaltim. Untuk mengantisipasi lonjakan ISPA, Pemprov menyiapkan Pos Rumah Layanan Oksigen yang melengkapi puskesmas kecil dengan tabung oksigen dan perawat. Sementara itu, akumulasi kasus ISPA di 10 kabupaten/kota mencapai 327.160 kasus hingga 18 Oktober 2026.
Sumber Berita : radarbontang.com, radarkaltim.co, seputarfakta.com











