Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Viral Diduga Dorong Mahasiswa, Polda Kaltim Dalami Dugaan Pelanggaran

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda. (Foto: Ezagren/Wikimedia Commons)

Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda. (Foto: Ezagren/Wikimedia Commons)

SAMARINDA, tempokaltim.com – Ajudan Gubernur Kaltim minta maaf secara terbuka pada Rabu (21/10/2026). Ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Asky Rizal Todi menyampaikan permohonan maaf itu setelah video dirinya diduga mendorong seorang mahasiswa saat pengawalan Gubernur Rudy Mas’ud viral di media sosial.

Dalam pernyataannya, Asky mengakui tindakan fisik berupa dorongan dan senggolan terhadap kader mahasiswa merupakan kekeliruan penuh. Ia menegaskan tindakan itu spontan dan tidak berasal dari instruksi siapa pun, termasuk Gubernur Kaltim.

“Saya melakukan tindakan tersebut secara spontan dan tanpa ada instruksi dari siapa pun. Sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali,” ujarnya.

Kronologi Insiden Sebelum Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf

Insiden bermula dari aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda yang menyoroti penanganan karhutla di Kaltim, Senin (19/10/2026). Setelah massa menyelesaikan aksi, ketegangan terjadi sekitar pukul 18.00 Wita di halaman Masjid Nurul Mu’min, kawasan Kantor Gubernur Kaltim.

Saat itu Gubernur Rudy Mas’ud datang untuk menunaikan salat Magrib dengan pengawalan dua ajudan. Rekaman video yang beredar memperlihatkan dugaan senggolan bahu seorang pengawal terhadap seorang mahasiswa hingga memicu kecaman warganet.

Baca Juga :  PAD Kota Balikpapan Berhasil Menembus Rp 1 Triliun, Simak Alasannya

Polda Kaltim Dalami Dugaan Pelanggaran

Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mendalami insiden tersebut. Selain itu, Polda Kaltim meluruskan kabar sebelumnya yang menyebut sang ajudan berasal dari Polda Kaltim.

“Polda Kaltim telah melakukan koordinasi dengan Bidpropam terkait informasi yang berkembang. Anggota yang bersangkutan benar merupakan personel Brimob Polda Kaltara,” ujar Tedy, Selasa (20/10/2026).

Selanjutnya, menurut Tedy, apabila pemeriksaan menemukan pelanggaran, Bidpropam Polda Kaltara akan menindaklanjuti sesuai aturan. Tindak lanjut itu termasuk kemungkinan penarikan personel berinisial Briptu ART itu ke kesatuan asal. Ia mengingatkan setiap anggota Polri agar menjaga sikap dan profesionalisme, karena polisi tidak boleh bersikap arogan dalam bertugas.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Ririn Sari Dewi menyatakan Pemprov Kaltim menerima seluruh masukan dan kritik masyarakat serta mahasiswa. Ia memastikan insiden ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh di lingkungan Pemprov Kaltim.

Baru Sebulan Lalu, KPK Soroti Tata Kelola Pemprov

Insiden ajudan ini menambah daftar sorotan terhadap Pemprov Kaltim. Pada Rapat Koordinasi Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi di Samarinda, Rabu (23/9/2026), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memetakan sejumlah anomali tata kelola daerah.

Baca Juga :  Malam Pascagempa di Nagekeo, TNI Ajak Warga Trauma Healing lewat Layar Tancap

Kepala Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Wilayah IV KPK Andy Purwana memaparkan anomali itu. Daftar anomali itu meliputi usulan pokok pikiran (Pokir) DPRD yang melintasi daerah pemilihan dan perbedaan penjatahan alokasi Pokir antara pimpinan dan anggota dewan. Daftar itu juga meliputi indikasi persekongkolan dalam pengadaan barang dan jasa, serta surat keputusan kepala daerah yang terbit lebih dulu daripada proposal kegiatan.

KPK menyampaikan sorotan itu di tengah besarnya anggaran yang Pemprov Kaltim kelola. Data Kementerian Keuangan mencatat APBD Kaltim 2026 memiliki pendapatan Rp14,25 triliun dan belanja Rp15,15 triliun. Dari belanja itu, Rp3,77 triliun merupakan belanja barang dan jasa.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Firnadi Ikhsan menilai masukan KPK penting untuk membenahi tata kelola anggaran. Menurutnya, catatan KPK perlu menjadi perhatian bersama pemerintah daerah dan DPRD sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Dua sorotan berdekatan ini menempatkan Pemprov Kaltim dalam tekanan publik, mulai dari kasus ajudan Gubernur Kaltim minta maaf hingga sorotan KPK. Oleh karena itu, perbaikan tata kelola dan etika aparatur kini menguat sebagai tuntutan dari lembaga antirasuah maupun masyarakat.

Sumber Berita : Swara Baswara, Kotaku, Radar Kaltim, Komparasi News, Kalpost Online, GoNews

Berita Terkait

BNPB: 454,25 Hektare Karhutla Padam, 570,08 Hektare Masih Ditangani di 6 Provinsi
Asap Selimuti IKN, Istana Garuda Tampak Samar, Water Bombing Dikerahkan
Asap Karhutla Ganggu 390 Penerbangan di Kalimantan dalam Sepekan, Kalteng Terparah
Dinkes Kaltim: Kenaikan ISPA Imbas Asap Belum Signifikan, Warga Diminta Pakai Masker
Kasus ISPA di Kaltim Tembus 9.499, Ratusan Ribu Masker Dibagikan ke Warga
Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Tembus 9 Ribu Jiwa akibat Kabut Asap Karhutla
Kabut Asap Karhutla Selimuti Kawasan Inti IKN, Istana Garuda Nyaris Tak Terlihat
Karhutla Kaltim Memburuk, 8.559 Hektare Lahan Terbakar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Viral Diduga Dorong Mahasiswa, Polda Kaltim Dalami Dugaan Pelanggaran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

BNPB: 454,25 Hektare Karhutla Padam, 570,08 Hektare Masih Ditangani di 6 Provinsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Asap Selimuti IKN, Istana Garuda Tampak Samar, Water Bombing Dikerahkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Asap Karhutla Ganggu 390 Penerbangan di Kalimantan dalam Sepekan, Kalteng Terparah

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Dinkes Kaltim: Kenaikan ISPA Imbas Asap Belum Signifikan, Warga Diminta Pakai Masker

Berita Terbaru

Helicopter of water bombing, was helping them to watered peat soils. Often, watered the flame.

Kalimantan Timur

Asap Selimuti IKN, Istana Garuda Tampak Samar, Water Bombing Dikerahkan

Selasa, 20 Okt 2026 - 15:00 WIB