Kabut Asap Karhutla Selimuti Kawasan Inti IKN, Istana Garuda Nyaris Tak Terlihat

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara. (Foto: iNews)

Ilustrasi Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara. (Foto: iNews)

NUSANTARA – Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Rabu (14/10/2026). Istana Garuda dan kompleks perkantoran aparatur sipil negara (ASN) tampak samar, sementara Masjid Negara yang berjarak sekitar lima kilometer dari titik pengamatan nyaris tidak terlihat.

Pemandangan itu terpantau dari kawasan glamping IKN. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono membenarkan kondisi tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu paparan kabut asap terparah yang dialami kawasan ibu kota baru akibat karhutla.

“Masih bisa beraktivitas,” kata Basuki saat ditemui di KIPP IKN, Kamis (15/10/2026). Ia memastikan aktivitas pemerintahan di lingkungan Otorita IKN tetap berjalan normal meski jarak pandang menurun.

Kualitas Udara 130-150, Warga Diimbau Pakai Masker

Basuki menyebut kualitas udara di kawasan KIPP berada pada kisaran 130-150 mikrogram per meter kubik (µg/m3). Menurut dia, kondisi pada Rabu relatif lebih tipis dibandingkan sehari sebelumnya ketika asap terlihat lebih pekat.

“Indeksnya sekitar 130-150 mikrogram per meter kubik sekarang. Tapi kan sekarang agak tipis, kemarin tebal,” ujarnya.

Data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) KLH/BPLH mencatat nilai ISPU PM2.5 di sekitar Plaza Bhinneka, KIPP IKN, mencapai 121 pada Kamis (15/10/2026) pukul 13.00 WITA. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat.

Baca Juga :  PAD Kota Balikpapan Berhasil Menembus Rp 1 Triliun, Simak Alasannya

Basuki mengimbau warga dan pekerja di IKN mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Ia mengaku dirinya dan keluarga turut memakai masker ketika berada di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

“Saya selalu memonitor untuk kondisi ini, khususnya penggunaan masker,” katanya.

Water Bombing dan Modifikasi Cuaca Dikerahkan

Untuk menangani situasi tersebut, Otorita IKN berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta TNI Angkatan Udara. Upaya yang ditempuh meliputi operasi pemadaman udara atau water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

“BNPB dengan BMKG, selain juga untuk water bombing, juga dengan modifikasi cuaca,” kata Basuki. OMC dilakukan untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan, sedangkan water bombing diarahkan untuk memadamkan kebakaran di titik-titik yang menjadi sasaran operasi.

Namun, pelaksanaan OMC menghadapi tantangan karena ketersediaan awan hujan di sekitar IKN belum memadai.

Di darat, tim gabungan memadamkan kebakaran di dua titik di Kecamatan Sepaku pada Rabu sore. Operasi tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Damkar Otorita IKN, Posko Damkar Maridan dan Sepaku, sejumlah perusahaan mitra, serta Masyarakat Peduli Api Pemaluan.

Baca Juga :  Warganet Pertanyakan Dasar Narasi yang Mengaitkan Kemhan dengan Barang Bukti Sitaan

Dukungan udara juga datang dari Helikopter H225M Caracal TNI AU yang disiagakan di Lanud Dhomber, Balikpapan. Helikopter tersebut dilengkapi bucket water bombing berkapasitas 2.000 liter air untuk pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau lewat jalur darat.

Diduga Asap Kiriman dari Kalimantan Tengah

Basuki menjelaskan kabut asap yang menyelimuti IKN diduga tidak seluruhnya berasal dari titik kebakaran di dalam kawasan. Sebagian asap diperkirakan merupakan kiriman dari wilayah lain di Kalimantan.

“Karena yang terbakar di luar, banyak yang di luar IKN. Jadi menurut informasi, ada kiriman juga dari Kalimantan Tengah,” kata Basuki.

Kondisi ini menunjukkan persoalan karhutla tidak selalu dapat ditangani berdasarkan batas administratif suatu wilayah. Asap dapat terbawa angin dari lokasi kebakaran yang jauh dan berdampak pada kawasan lain.

Sebagai konteks, BPBD Kalimantan Timur mencatat sekitar 8.559,61 hektare lahan terbakar hingga 12 Oktober 2026, dengan 1.203 titik panas dan 11 firespot terpantau. Pemantauan kualitas udara dan perkembangan kebakaran di sekitar IKN disebut terus dilakukan bersama instansi terkait.

Sumber Berita : inibalikpapan.com, mercuswara.com, rctiplus.com, wartatrans.com, gerbangkaltim.com, tni-au.mil.id

Berita Terkait

Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Tembus 9 Ribu Jiwa akibat Kabut Asap Karhutla
Karhutla Kaltim Memburuk, 8.559 Hektare Lahan Terbakar
312 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Selimuti Balikpapan
Strategi Tegas Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Tutup Celah Hukum Penanganan Perkara Koneksitas
Seragam PDU Baru TNI Diperkenalkan di HUT ke-81, Ini Makna Setiap Detailnya
Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Naik 5 Persen, Anak Perempuan Dominan Jadi Korban
Dari Jepang untuk Indonesia: Menhan Sjafrie Apresiasi 361 Personel yang Turun Bantu Atasi Karhutla
Dampak Defisit APBD Balikpapan Tembus Rp395 Miliar, Pemkot Kaji Penyesuaian Belanja Daerah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Tembus 9 Ribu Jiwa akibat Kabut Asap Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kawasan Inti IKN, Istana Garuda Nyaris Tak Terlihat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Kaltim Memburuk, 8.559 Hektare Lahan Terbakar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:14 WIB

312 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Selimuti Balikpapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Strategi Tegas Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Tutup Celah Hukum Penanganan Perkara Koneksitas

Berita Terbaru

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. BPBD Kaltim mencatat 8.559,61 hektare lahan terbakar hingga 12 Oktober 2026. (Foto: Wikimedia Commons)

Kalimantan Timur

Karhutla Kaltim Memburuk, 8.559 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:00 WIB

Kabut asap menyelimuti kawasan di Berau, Kalimantan Timur. (Foto: Mesa Kala via Wikimedia Commons)

Kalimantan Timur

312 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Selimuti Balikpapan

Rabu, 14 Okt 2026 - 16:14 WIB