312 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Selimuti Balikpapan

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut asap menyelimuti kawasan di Berau, Kalimantan Timur. (Foto: Mesa Kala via Wikimedia Commons)

Kabut asap menyelimuti kawasan di Berau, Kalimantan Timur. (Foto: Mesa Kala via Wikimedia Commons)

Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan mencatat 312 titik panas berkepercayaan tinggi di Kalimantan Timur selama 1 hingga 12 Oktober 2026. Angka itu muncul di tengah kepungan 12.183 titik panas yang terdeteksi di 33 provinsi pada periode yang sama.

Di Pulau Kalimantan, total titik panas di lima provinsi mencapai 4.674 titik atau sekitar 38 persen dari jumlah nasional. Kalimantan Timur sendiri menjadi salah satu daerah yang kualitas udaranya ikut terdampak, dengan kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Balikpapan pada Senin (12/10/2026).

Kalimantan Sumbang 38 Persen Titik Panas Nasional

Berdasarkan data SiPongi, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak pada 1-12 Oktober 2026, yakni 3.268 titik. Disusul Papua Selatan sebanyak 2.921 titik dan Sumatra Selatan 2.376 titik. Di Kalimantan, selain Kalteng, titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat sebanyak 719 titik, Kalimantan Selatan 368 titik, dan Kalimantan Timur 312 titik.

Baca Juga :  The Trump Administration's Legacy in World Politics: An Assessment

Data harian menunjukkan situasi yang fluktuatif. Pada Senin (12/10/2026), SiPongi+ mencatat 17.108 titik panas di seluruh Indonesia dalam pemantauan 24 jam, turun 2.058 titik dibandingkan hari sebelumnya. Dari jumlah itu, 708 titik berkategori kepercayaan tinggi, 16.174 titik berkategori sedang, dan 226 titik berkategori rendah.

Secara akumulatif, ancaman karhutla tahun ini tergolong berat. SiPongi mencatat luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai 202.004,30 hektare sepanjang Januari hingga Juli 2026, meningkat sekitar 69 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Angka itu pun belum mencakup kebakaran pada Agustus hingga Oktober, ketika titik panas melonjak hingga sekitar 16.000 titik.

Kualitas Udara Memburuk

Memburuknya kualitas udara menjadi dampak yang paling dirasakan masyarakat. Pemantauan IQAir pada 12 Oktober 2026 menunjukkan indeks kualitas udara Palangka Raya mencapai 180 atau masuk kategori tidak sehat. Sementara itu pemantauan BMKG di sejumlah titik di Palembang menunjukkan konsentrasi PM2.5 berada dalam kategori berbahaya.

Baca Juga :  Jalan Tembus Kaltim-Kalsel Resmi Dibuka, Pangkas Jarak Tempuh hingga 118 Kilometer

Di Kalimantan Timur, kabut asap kembali menyelimuti Kota Balikpapan pada Senin (12/10/2026) dan tampak lebih pekat dibanding hari-hari sebelumnya. BMKG mencatat kondisi itu dipengaruhi akumulasi asap karhutla dari daerah sekitar. Jarak pandang di kota tersebut memang terbatas, tetapi masih dalam batas normal.

DPR Dorong Percepatan Penanganan

Dari Senayan, dorongan percepatan penanganan terus menguat. Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menilai kerja sama negara-negara Asia Tenggara dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dalam penanganan karhutla, meski tanggung jawab utama tetap berada pada pemerintah Indonesia.

Anggota Komisi IV DPR Riyono meminta para pejabat daerah menjaga kepekaan sosial saat menangani karhutla. “Tentu untuk para pejabat daerah, gubernur, bupati, ya Polda, teman-teman Pangdam di sana, sinergi dan kolaborasi untuk terus berupaya semaksimal mungkin memadamkan api,” ujarnya.

Riyono menekankan kesehatan dan keselamatan warga harus menjadi perhatian utama. Menurutnya penanganan karhutla bukan tugas sendiri-sendiri, melainkan tugas bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat terkait.

Sumber Berita : surabayatv35uhf.com, Kompas, infonasional.com, mercuswara.com

Berita Terkait

Pesta Ekstasi Gagal, Pengedar Muda di Sambutan Diciduk Polisi
33 Ribu Pecandu, Tak Ada Daerah yang Steril Narkoba di Kaltim
Warga Kaltim Cukup Tunjukkan KTP untuk Nikmati Layanan Kesehatan Gratis
Pemprov Kaltim Siapkan Rencana Penanganan Banjir, Anggarkan Rp 100 M per Daerah
Rudy Mas’ud Perkuat Tenaga Kesehatan Kaltim Lewat Program Gratispol Khusus
Penemuan Mengejutkan: Totebag Berisi Jasad Bayi Gegerkan Warga Sangatta Utara
FPK Kaltim Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Program Gubernur Kalimantan Timur
Jalan Tembus Kaltim-Kalsel Resmi Dibuka, Pangkas Jarak Tempuh hingga 118 Kilometer
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:14 WIB

312 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Selimuti Balikpapan

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:02 WIB

Pesta Ekstasi Gagal, Pengedar Muda di Sambutan Diciduk Polisi

Kamis, 26 Juni 2025 - 11:13 WIB

33 Ribu Pecandu, Tak Ada Daerah yang Steril Narkoba di Kaltim

Kamis, 19 Juni 2025 - 11:00 WIB

Warga Kaltim Cukup Tunjukkan KTP untuk Nikmati Layanan Kesehatan Gratis

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:32 WIB

Pemprov Kaltim Siapkan Rencana Penanganan Banjir, Anggarkan Rp 100 M per Daerah

Berita Terbaru

Kabut asap menyelimuti kawasan di Berau, Kalimantan Timur. (Foto: Mesa Kala via Wikimedia Commons)

Kalimantan Timur

312 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Selimuti Balikpapan

Rabu, 14 Okt 2026 - 16:14 WIB