BALIKPAPAN — Angka pencatatan kasus kekerasan anak di Balikpapan, Kalimantan Timur, mengalami kenaikan sebesar 5 persen berdasarkan pendataan terbaru yang dihimpun oleh instansi teknis setempat. Dari keseluruhan laporan yang diterima, kelompok anak perempuan tercatat masih menjadi korban yang paling dominan dalam rentetan insiden tersebut.
Peningkatan jumlah kasus ini mencakup beragam bentuk tindakan perlakuan salah, mulai dari kekerasan fisik, psikis, hingga dugaan tindak kekerasan seksual. Pihak dinas bersama unit pelaksana teknis daerah yang menangani perlindungan perempuan dan anak terus menginventarisasi laporan serta memfasilitasi proses pendampingan bagi para korban.
Tingginya proporsi korban dari kalangan anak perempuan menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah dan lembaga pemerhati anak. Berbagai program pencegahan terus diperkuat, termasuk sosialisasi pemenuhan hak-hak anak, edukasi di lingkungan sekolah, hingga penguatan fungsi pengawasan dalam keluarga guna meminimalisasi potensi bahaya.
Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa mewaspadai dan tidak ragu melaporkan setiap indikasi atau tindakan kekerasan terhadap anak di lingkungan pemukiman. Sinergi masyarakat dengan layanan perlindungan anak diharapkan dapat mempercepat respons penanganan, menjamin pemulihan psikologis korban, serta menegakkan prosedur hukum bagi pelaku.











