BALIKPAPAN — Pihak kepolisian melakukan pemanggilan terhadap salah seorang kepala dinas (Kadis) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan untuk dimintai keterangan. Langkah penanganan ini merupakan buntut dari dugaan ulah oknum sopir pribadinya yang membawa kendaraan dinas operasional saat melakukan transaksi narkotika. Dalam kaitannya dengan kasus tersebut, Kadis di Balikpapan dipanggil guna memberikan klarifikasi resmi mengenai tata kelola dan pengawasan fasilitas negara tersebut.
Penangkapan terhadap oknum sopir tersebut berawal dari penyelidikan tim opsnal Satresnarkoba yang mencurigai pergerakan satu unit mobil dinas berpelat merah di lokasi kejadian. Saat dilakukan penghentian dan penggeledahan oleh petugas di lapangan, polisi menemukan barang bukti paket narkotika serta langsung mengamankan pengemudi kendaraan dinas pemerintah tersebut.
Kepolisian menegaskan bahwa status pejabat dinas yang bersangkutan saat ini diperiksa kapasitasnya sebagai saksi. Tim penyidik fokus mendalami sejauh mana prosedur pengawasan penggunaan kendaraan operasional di lingkungan instansi terkait, serta memastikan apakah fasilitas tersebut disalahgunakan oleh pelaku tanpa sepengetahuan pihak dinas.
Pemerintah Kota Balikpapan menyatakan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada prosedur hukum yang sedang berjalan di kepolisian. Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk tidak mentolerir setiap oknum ASN maupun tenaga pendukung yang terbukti terlibat dalam jaringan penyalahgunaan narkoba serta pelanggaran penggunaan aset negara.











