Balikpapan Terdepan dalam Investasi Asing Kaltim Triwulan I 2025

- Jurnalis

Selasa, 24 Juni 2025 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Realisasi Capai Rp 6,67 Triliun, Dominasi Sektor Industri dan Infrastruktur

Balikpapan kembali menunjukkan peran strategisnya dalam perekonomian Kalimantan Timur (Kaltim). Pada triwulan pertama (Januari–Maret) tahun 2025, kota ini memimpin realisasi investasi asing Kaltim dengan angka fantastis, mencapai Rp 6,67 triliun.

Data ini dirilis oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Timur dan memperlihatkan tren positif yang menandakan kepercayaan investor asing terhadap iklim usaha di Kaltim, khususnya Balikpapan.

Sumbangsih Terbesar dari Balikpapan

Kepala DPMPTSP Kaltim, Rudi Susanto, menjelaskan bahwa realisasi investasi asing di Balikpapan menyumbang lebih dari 55 persen dari total investasi asing yang masuk ke Kaltim selama triwulan pertama 2025.

“Balikpapan masih menjadi magnet utama bagi investor luar negeri. Dengan infrastruktur yang lengkap dan akses strategis ke wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), kota ini punya nilai jual tinggi,” jelas Rudi.

Selain Balikpapan, daerah lain yang turut berkontribusi dalam realisasi investasi asing Kaltim adalah Kutai Kartanegara, Bontang, dan Penajam Paser Utara. Namun, kontribusi terbesar tetap datang dari Balikpapan, baik dalam nilai investasi maupun jumlah proyek.

Sektor Unggulan: Industri dan Infrastruktur

Investasi asing di Balikpapan selama periode ini didominasi oleh sektor industri pengolahan dan infrastruktur energi. Perusahaan asal Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok tercatat sebagai investor terbesar yang menanamkan modal di sektor ini.

Baca Juga :  Jalan Tembus Kaltim-Kalsel Resmi Dibuka, Pangkas Jarak Tempuh hingga 118 Kilometer

Beberapa proyek besar yang sedang berjalan antara lain pembangunan fasilitas penyimpanan energi, pabrik pengolahan minyak kelapa sawit, serta infrastruktur pendukung pelabuhan dan logistik.

“Fokus utama investor saat ini adalah pada sektor-sektor strategis yang bisa mendukung logistik dan distribusi di wilayah IKN. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berorientasi jangka pendek, tapi melihat potensi jangka panjang di Kalimantan Timur,” kata Rudi.

Faktor Pendorong: IKN dan Reformasi Perizinan

Kedekatan geografis Balikpapan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya minat investor asing. Balikpapan dipandang sebagai kota penyangga utama yang memiliki infrastruktur paling siap untuk mendukung pembangunan IKN.

Selain itu, reformasi besar-besaran dalam hal perizinan yang dilakukan Pemprov Kaltim turut berkontribusi. Pemanfaatan sistem Online Single Submission (OSS) dan percepatan layanan investasi membuat proses penanaman modal lebih mudah dan transparan.

“Pelayanan yang cepat dan transparan sangat penting bagi investor. Kaltim dalam hal ini menunjukkan komitmen serius untuk menciptakan iklim investasi yang sehat,” ujar perwakilan investor dari Jepang, Kenji Nakamura, yang hadir dalam forum investasi awal Juni lalu.

Target 2025 dan Strategi Pemprov

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan total realisasi investasi – baik asing maupun dalam negeri – sebesar Rp 70 triliun pada 2025. Dengan capaian Rp 6,67 triliun dari investasi asing di triwulan I, peluang untuk memenuhi target tersebut dinilai sangat realistis.

Baca Juga :  Keren! 47 Hotel Indonesia Masuk Daftar MICHELIN Keys 2026

Untuk menjaga tren ini, Pemprov terus melakukan promosi investasi, baik dalam bentuk forum bisnis, kerja sama antarlembaga, maupun kunjungan ke negara-negara potensial.

“Kami akan terus memperkuat promosi dan memberikan insentif bagi investor yang membawa dampak positif bagi lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Gubernur Kaltim, Akhmad Reza.

Dampak Ekonomi: Lapangan Kerja dan Transfer Teknologi

Selain membawa modal besar, investasi asing Kaltim juga menciptakan lapangan kerja baru. DPMPTSP mencatat bahwa lebih dari 4.500 tenaga kerja lokal telah terserap dari proyek-proyek investasi asing di triwulan I 2025.

Tak hanya itu, kehadiran perusahaan multinasional turut membawa dampak positif berupa transfer teknologi dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.

“Kita ingin masyarakat Kaltim tidak hanya menjadi penonton, tapi juga bagian dari proses industrialisasi dan modernisasi daerah ini,” tutup Rudi.

Capaian Balikpapan dalam memimpin realisasi investasi asing Kaltim di triwulan pertama 2025 menjadi bukti bahwa kota ini tetap menjadi primadona di mata investor internasional. Dengan kombinasi antara kesiapan infrastruktur, dukungan pemerintah, dan prospek IKN, masa depan ekonomi Kaltim terlihat semakin cerah.

Berita Terkait

Longsor Lumajang dan 20 Titik Longsor Sangatta Perdau, Kaltim Diminta Waspada sebelum Hujan
Pemutihan Pajak Kendaraan Kaltim Berakhir 22 November, Warga Diminta Segera Bayar Pokok Saja
Putusan MA Suket Gibran: Apa Artinya bagi Warga Kaltim dan Proses di DPR
Putusan MA soal Suket Gibran: Apa Artinya bagi Warga Kaltim dan Bagaimana Proses Politiknya Berjalan
Dakwaan Silmy Karim Rp168,9 Miliar: Pelajaran dari Kasus Pungutan Izin Tinggal WNA
Tol IKN Segmen 5B Rampung 100 Persen, Serah Terima Ditargetkan Oktober 2026 dan Belum Langsung Dibuka
Pabrik Kelapa Sawit Anak Usaha PSGO Kebakaran di Kutai Timur, Kerugian Masih Dihitung
Strategi Tegas Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Tutup Celah Hukum Penanganan Perkara Koneksitas
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:05 WIB

Longsor Lumajang dan 20 Titik Longsor Sangatta Perdau, Kaltim Diminta Waspada sebelum Hujan

Selasa, 3 November 2026 - 11:23 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Kaltim Berakhir 22 November, Warga Diminta Segera Bayar Pokok Saja

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Putusan MA Suket Gibran: Apa Artinya bagi Warga Kaltim dan Proses di DPR

Senin, 2 November 2026 - 14:31 WIB

Putusan MA soal Suket Gibran: Apa Artinya bagi Warga Kaltim dan Bagaimana Proses Politiknya Berjalan

Senin, 2 November 2026 - 14:09 WIB

Dakwaan Silmy Karim Rp168,9 Miliar: Pelajaran dari Kasus Pungutan Izin Tinggal WNA

Berita Terbaru