33 Ribu Pecandu, Tak Ada Daerah yang Steril Narkoba di Kaltim

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda, Kalimantan Timur — Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi situasi darurat narkotika. Berdasarkan data terbaru dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltim, jumlah pecandu narkoba di wilayah ini mencapai lebih dari 33 ribu orang. Fakta mencengangkan lainnya, tidak ada satu pun daerah di Kaltim yang benar-benar steril dari peredaran narkoba.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol. Wisnu Andayana, dalam pemaparan rutin yang dilakukan di Samarinda pada pekan ini. Ia menyebutkan, penyalahgunaan narkotika di Kaltim telah menyebar secara merata hingga ke pelosok, tidak hanya terbatas di kawasan kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, atau Bontang.

Tidak ada daerah steril narkoba di Kaltim. Seluruh kabupaten dan kota terpapar, baik dalam bentuk peredaran, pengguna aktif, maupun pecandu berat,” ungkap Wisnu.

Distribusi Meluas ke Daerah Pinggiran dan Pedalaman

Ironisnya, wilayah-wilayah pedalaman yang sebelumnya dianggap “aman” kini mulai terdampak. Perubahan ini disinyalir terjadi akibat pergeseran jaringan distribusi narkotika, yang menyasar segmen masyarakat lebih luas, termasuk pelajar, buruh, hingga petani.

BNNP mencatat bahwa tingginya akses internet dan minimnya pengawasan di daerah pedalaman membuat peredaran narkoba lebih sulit diawasi. Modus pengiriman melalui jasa ekspedisi, kurir pribadi, bahkan jalur sungai semakin menyulitkan upaya pencegahan.

Baca Juga :  Manjakan Pecinta Gaya, Deliwafa Hadirkan One Stop Shopping Fashion Terlengkap di Jaksel

Kalimantan Timur Jadi Wilayah Transit

Kaltim juga disebut menjadi salah satu jalur transit utama jaringan narkotika antarprovinsi, mengingat posisinya yang strategis. Pelabuhan laut, bandara internasional, serta konektivitas ke Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan dimanfaatkan oleh jaringan narkoba sebagai titik lintas.

“Kaltim bukan hanya pasar, tapi juga jalur transit. Barang bisa datang dari Malaysia melalui Kalimantan Utara, lalu masuk ke Kaltim sebelum didistribusikan ke daerah lain,” jelas Wisnu.

Generasi Muda Jadi Target Utama

Kekhawatiran meningkat karena mayoritas pengguna narkoba di Kaltim merupakan kelompok usia produktif, yakni antara 15 hingga 35 tahun. Beberapa kasus bahkan melibatkan anak sekolah dan mahasiswa.

BNNP mencatat ada ratusan laporan rehabilitasi yang dilakukan oleh keluarga terhadap anak-anak mereka, yang mulai terlibat penggunaan zat adiktif seperti sabu, ganja sintetis, hingga obat keras berbahaya.

Upaya Penanggulangan dan Harapan Bersama

Pemerintah Provinsi Kaltim bekerja sama dengan BNNP dan aparat penegak hukum lain telah menggencarkan operasi penindakan, edukasi, serta rehabilitasi. Namun, tantangan terbesar adalah mengubah paradigma masyarakat tentang bahaya narkoba, serta menciptakan ketahanan keluarga dan lingkungan sosial yang kuat.

Baca Juga :  Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Balikpapan Peringatkan Potensi Angin Puting Beliung Saat Peralihan Musim

Kepala Dinas Sosial Kaltim, Agus Harianto, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah memperluas kerja sama lintas sektor untuk menyediakan layanan rehabilitasi di lebih banyak daerah, termasuk di kawasan pesisir dan pedalaman.

“Masalah narkoba bukan hanya masalah hukum, tapi juga sosial dan ekonomi. Kita harus melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda,” ujarnya.

Kaltim Menuju IKN, Tantangan Semakin Besar

Dengan ditetapkannya sebagian wilayah Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Negara (IKN), tantangan penanggulangan narkoba diperkirakan akan semakin kompleks. Pertambahan jumlah penduduk dan urbanisasi akan memperbesar potensi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Karena itu, upaya menciptakan daerah steril narkoba” di Kaltim bukan lagi sekadar slogan, tetapi harus menjadi komitmen lintas sektor, dari level provinsi hingga desa.

Kondisi darurat narkoba di Kaltim menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak. Fakta bahwa tidak ada satu pun daerah steril narkoba di provinsi ini menunjukkan bahwa ancaman narkotika tidak mengenal batas wilayah. Dibutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah, aparat hukum, masyarakat, dan keluarga untuk menghentikan laju peredaran dan menyelamatkan generasi mendatang dari bahaya narkoba.

Berita Terkait

Serangan KKB Tewaskan Lima Pekerja, TNI Pastikan Perlindungan bagi Warga dan Pekerja Infrastruktur
Kinerja dan Pengabdian Diapresiasi, Tukin Kemenhan-TNI Naik Pertama Kali Sejak 2018
Warganet Pertanyakan Dasar Narasi yang Mengaitkan Kemhan dengan Barang Bukti Sitaan
Insiden dengan Pengemudi Ojol Diselesaikan, Kemhan Ingatkan Personel Tertib Berlalu Lintas
Maruarar Tegaskan Piala Presiden 2026 Tanpa APBN, Sepak Bola Harus Gerakkan Ekonomi Rakyat
DPR Sahkan Kerja Sama Pertahanan RI–Malaysia dan RI–Turki, Kemhan Perkuat Diplomasi Strategis
Kemhan Utamakan Efisiensi dan Nilai Strategis dalam Kajian Giuseppe Garibaldi
Kemhan Siap Jalankan Arahan Presiden demi Kepentingan Bangsa dan Kesejahteraan Masyarakat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Serangan KKB Tewaskan Lima Pekerja, TNI Pastikan Perlindungan bagi Warga dan Pekerja Infrastruktur

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:21 WIB

Kinerja dan Pengabdian Diapresiasi, Tukin Kemenhan-TNI Naik Pertama Kali Sejak 2018

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:09 WIB

Warganet Pertanyakan Dasar Narasi yang Mengaitkan Kemhan dengan Barang Bukti Sitaan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:49 WIB

Maruarar Tegaskan Piala Presiden 2026 Tanpa APBN, Sepak Bola Harus Gerakkan Ekonomi Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:16 WIB

DPR Sahkan Kerja Sama Pertahanan RI–Malaysia dan RI–Turki, Kemhan Perkuat Diplomasi Strategis

Berita Terbaru