SAMARINDA – Kondisi kualitas udara di wilayah Kalimantan Timur saat ini berada dalam fase yang memprihatinkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dampak buruknya kini mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak dan menembus angka 9 ribu jiwa. Peningkatan jumlah penderita ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan di tengah kepungan kabut asap yang belum mereda.
Paparan asap yang terus-menerus menyebabkan gangguan kesehatan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Situasi ini menuntut kesiapsiagaan dari berbagai pihak, terutama dalam memberikan penanganan medis yang cepat.
Asap Terpantau hingga Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau sebaran asap karhutla yang kini telah mencapai wilayah Jakarta. Berdasarkan citra sebaran asap pada situs resmi BMKG, asap terdeteksi di sejumlah wilayah di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
BMKG juga mendeteksi adanya asap lintas batas dari Sumatera ke Semenanjung Malaysia dan Singapura, dari Kalimantan ke Semenanjung Malaysia dan Singapura, serta dari Papua Nugini ke Papua Selatan.
“Keberadaan asap dapat berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, citra sebaran asap tidak secara langsung menunjukkan seluruh kandungan kimia di dalam asap maupun konsentrasi polutan yang dihirup masyarakat. Informasi tersebut membutuhkan pengukuran dan analisis tambahan,” demikian keterangan BMKG, Jumat (16/10/2026).
Secara umum, asap akibat karhutla dapat mengandung partikel halus seperti PM2.5 dan PM10, serta gas karbon monoksida (CO) dan senyawa lain yang terbentuk selama proses pembakaran vegetasi.
Kondisi di Kawasan IKN
Kabut asap juga menyelimuti kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN). Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyebut indeks kualitas udara di kawasan tersebut berada pada kisaran 130-150 mikrogram per meter kubik, dan mengakui kondisi tersebut sebagai salah satu situasi kabut asap terparah sejak kawasan ibu kota baru terdampak karhutla.
Meski demikian, aktivitas di lingkungan Otorita IKN sejauh ini masih berlangsung. Otorita IKN berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara di Balikpapan untuk melakukan operasi water bombing di wilayah deliniasi IKN.
Imbauan untuk Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan di tengah kepungan kabut asap. Warga disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan seperti batuk berkepanjangan atau sesak napas.
Sumber Berita : infotren.id, kompas.com, bloombergtechnoz.com, bmkg.go.id











