Satkomhan Dikaitkan dengan Sjafrie, Padahal Kontrak Berlangsung pada 2015–2016

- Jurnalis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 01:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Perkara Satelit Komunikasi Pertahanan atau Satkomhan kembali menjadi perhatian setelah sejumlah unggahan di media sosial mengaitkannya dengan Menteri Pertahanan RI saat ini, Sjafrie Sjamsoeddin.

Namun, perkara tersebut perlu dipahami berdasarkan kronologi waktu dan struktur kewenangan saat program dijalankan.

Program Satkomhan bermula pada 2015 setelah Satelit Garuda-1 keluar dari slot orbit 123 derajat Bujur Timur. Untuk mempertahankan hak Indonesia atas slot orbit tersebut, Kementerian Pertahanan kemudian menjalankan program Satkomhan dan menandatangani sejumlah kontrak pada periode 2015 hingga 2016.

Baca Juga :  Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit

Rangkaian kontrak tersebut selanjutnya berkembang menjadi sengketa arbitrase internasional dan proses hukum. Pada 2022, Kejaksaan Agung meningkatkan penanganan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek tersebut.

 

Saat program dan kontrak Satkomhan berlangsung, jabatan Menteri Pertahanan dipegang oleh Ryamizard Ryacudu. Sementara Sjafrie Sjamsoeddin baru dilantik sebagai Menteri Pertahanan pada 21 Oktober 2024.

Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bahwa keputusan terkait program Satkomhan pada 2015–2016 berada pada periode pemerintahan sebelumnya, jauh sebelum Sjafrie menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

Baca Juga :  Suku Dayak, Warisan yang Masih Bertahan di Kalimantan

Meski demikian, kronologi tersebut tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan tanggung jawab hukum pihak tertentu. Penentuan ada atau tidaknya kesalahan tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum dan lembaga peradilan.

Masyarakat diimbau memahami perkara Satkomhan berdasarkan dokumen, waktu kejadian, dan kewenangan pejabat pada periodenya, serta tidak menarik kesimpulan hanya dari potongan informasi di media sosial.

Berita Terkait

Atas Permintaan Keluarga, TNI Habema Berhasil Evakuasi Korban Penembakan di Kali Kolof
BREAKING NEWS! Di Tengah Polemik, Satgas PKH Tegaskan Misi Selamatkan Aset Negara Tetap Berjalan
Jasa Clipper Video Berita untuk Portal Media – clippervideo.id
SPMB Balikpapan 2025: Lima Jalur Masuk SMA dan SMK, Ini Jadwal Lengkapnya
Jalur Afirmasi SPMB 2025: Syarat dan Kuota Terbaru
SMKS Pelita Gama Penajam, Cetak Lulusan Siap Kerja
Suku Dayak, Warisan yang Masih Bertahan di Kalimantan
Mengenal Sejarah Kota Samarinda
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Satkomhan Dikaitkan dengan Sjafrie, Padahal Kontrak Berlangsung pada 2015–2016

Minggu, 2 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Atas Permintaan Keluarga, TNI Habema Berhasil Evakuasi Korban Penembakan di Kali Kolof

Senin, 13 Juli 2026 - 17:45 WIB

BREAKING NEWS! Di Tengah Polemik, Satgas PKH Tegaskan Misi Selamatkan Aset Negara Tetap Berjalan

Sabtu, 22 November 2025 - 11:12 WIB

Jasa Clipper Video Berita untuk Portal Media – clippervideo.id

Senin, 16 Juni 2025 - 13:48 WIB

SPMB Balikpapan 2025: Lima Jalur Masuk SMA dan SMK, Ini Jadwal Lengkapnya

Berita Terbaru