Kasus ISPA di Kaltim Tembus 9.499, Ratusan Ribu Masker Dibagikan ke Warga

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Timur kian menanjak. Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum kunjung mereda memicu lonjakan tersebut. Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim mencatat akumulasi kasus ISPA Kaltim di seluruh kabupaten dan kota telah mencapai 9.499 kasus.

Kualitas udara memburuk akibat paparan asap pekat dalam beberapa pekan belakangan. Kondisi ini memicu lonjakan kasus. Anak-anak, balita, dan lanjut usia di sekitar titik panas karhutla menjadi kelompok paling rentan.

Data Laporan Khusus Karhutla Dinkes Kaltim periode 27 Juli hingga 15 September 2026 mencatat 13.086 kasus ISPA. Tren kasus mingguan sempat meroket hingga 5,4 kali lipat. Kualitas udara yang memburuk memicu kenaikan tajam ini.

Sementara itu, data kumulatif sejak Januari hingga 12 Oktober 2026 menunjukkan total 322.067 kasus ISPA di seluruh Kaltim. Balikpapan menyumbang kasus paling banyak, yakni 90.925 kasus. Jumlah itu setara lebih dari seperempat total kasus.

Samarinda dan Balikpapan Jadi Sorotan Kasus ISPA Kaltim

Di Samarinda, grafik ISPA memperlihatkan tren eskalasi tajam dalam beberapa bulan terakhir. Dinkes mencatat 8.610 penderita pada Juli 2026. Jumlah itu naik menjadi 10.681 pada Agustus dan melonjak hingga 12.819 pada September. Hingga 16 Oktober, aduan baru mencapai 6.709 kasus. Total akumulatif sejak Juli menembus 38.819 pasien.

Di Balikpapan, Dinas Kesehatan Kota mencatat sekitar 3.100 kasus ISPA sejak awal hingga pertengahan Oktober 2026. Jumlah ini sekitar setengah dari total September yang mencapai 6.100 kasus. Angka itu berpotensi meningkat jika kualitas udara tetap buruk.

Baca Juga :  Kendala Pipa Jaringan Gas Warnai Pengerjaan Proyek Pengendalian Banjir di Balikpapan

Kondisi udara memang belum membaik. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Balikpapan naik dari 100 menjadi 114. Di Kutai Barat, situasinya lebih parah. ISPU menembus 409 atau kategori berbahaya. Konsentrasi PM2,5 mencapai 740 mikrogram per meter kubik. Angka itu setara 13,3 kali lipat di atas baku mutu kesehatan.

Dinkes: Asap Karhutla Berpengaruh pada Kasus ISPA Kaltim

Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak, membenarkan korelasi langsung antara kabut asap dan ISPA. Penurunan kualitas udara akibat kabut asap berkorelasi dengan peningkatan penderita gangguan pernapasan.

“Memang ada peningkatan, artinya bahwa memang ada pengaruh dari asap ini terhadap ISPA maupun Pneumonia, dua itu,” ujar Ishak.

Ia mengingatkan warga agar tidak menganggap enteng asap karhutla. Partikel halus asap sangat kecil sehingga warga mudah menghirupnya. Dinkes menyarankan warga memakai masker saat keluar rumah. Imbauan ini berlaku khususnya ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat atau berbahaya. Warga juga perlu mengurangi aktivitas luar yang tidak mendesak.

Dinkes juga menyiapkan surat edaran kewaspadaan penyakit akibat asap bagi fasilitas kesehatan. Surat edaran ini meminta fasilitas kesehatan lebih siaga. Dinkes menyertakan bantuan masker dalam edaran tersebut.

Pembagian Ratusan Ribu Masker

Untuk merespons kondisi darurat, Dinas Kesehatan bersama pemerintah daerah memperketat penanganan. Mereka membagikan ratusan ribu masker medis dan respirator kepada masyarakat. Dinkes meminta warga mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan harus segera mendatangi posko kesehatan setempat.

Baca Juga :  Menhan Sjafrie: Jepang Kirim Helikopter untuk Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla Indonesia

Pemprov Kaltim juga meningkatkan koordinasi dengan Satuan Tugas Karhutla. Koordinasi ini mempercepat pemadaman titik api melalui pemadaman darat. Pemprov juga menyiapkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menekankan perlunya kolaborasi lintas perangkat daerah. Kolaborasi ini memastikan penanganan kesehatan akibat karhutla berjalan baik sampai ke tingkat puskesmas.

“Situasi ini memerlukan penanganan yang tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlu kerja sama yang baik di tingkat OPD, baik provinsi maupun kabupaten/kota,” tegas Seno Aji.

Aksi sosial juga berdatangan. Rumah Tahanan Negara Kelas I Samarinda membagikan 500 porsi makan siang dan masker gratis. Bantuan ini menyasar pengemudi ojek online dan masyarakat pada Jumat (16/10/2026). Ormas Gerakan Hambin Borneo Nusantara (Gantara) Kalimantan membagikan masker kepada warga Balikpapan. Sementara itu, Dinkes Kutai Timur menyiapkan masker dan vitamin. Puskesmas menyalurkan masker dan vitamin tersebut kepada warga.

Perpanjangan PJJ di Balikpapan

Di Balikpapan, kabut asap memaksa sekolah memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pemerintah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka pada 14-16 Oktober. PJJ berlanjut sampai pemberitahuan berikutnya karena kualitas udara kian memburuk.

Sejumlah sekolah melaporkan siswa kesulitan berkonsentrasi selama belajar daring. Keterbatasan perangkat memperparah kondisi ini. Orang tua harus membawa telepon genggam untuk bekerja sehingga anak kekurangan perangkat.

Asap belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Warga Kaltim harus tetap waspada. Jadikan masker sebagai kebutuhan pokok setiap keluar rumah.

Sumber Berita : pranala.co, most1058fm.com, lingkarkaltim.com, inibalikpapan.com, ulasankaltim.id, cuitankaltim.com, ANTARA Foto, presisi.co, mahakata.com, kalderanews.com, suarakutim.com, beranda.co, mediakaltimtara.com, portalrepublik.id

Berita Terkait

Dinkes Kaltim: Kenaikan ISPA Imbas Asap Belum Signifikan, Warga Diminta Pakai Masker
Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Tembus 9 Ribu Jiwa akibat Kabut Asap Karhutla
Kabut Asap Karhutla Selimuti Kawasan Inti IKN, Istana Garuda Nyaris Tak Terlihat
Karhutla Kaltim Memburuk, 8.559 Hektare Lahan Terbakar
312 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Selimuti Balikpapan
Strategi Tegas Oditurat Militer Balikpapan dan Kejati Kaltim Tutup Celah Hukum Penanganan Perkara Koneksitas
Seragam PDU Baru TNI Diperkenalkan di HUT ke-81, Ini Makna Setiap Detailnya
Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Naik 5 Persen, Anak Perempuan Dominan Jadi Korban
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Dinkes Kaltim: Kenaikan ISPA Imbas Asap Belum Signifikan, Warga Diminta Pakai Masker

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:45 WIB

Kasus ISPA di Kaltim Tembus 9.499, Ratusan Ribu Masker Dibagikan ke Warga

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Tembus 9 Ribu Jiwa akibat Kabut Asap Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Selimuti Kawasan Inti IKN, Istana Garuda Nyaris Tak Terlihat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Karhutla Kaltim Memburuk, 8.559 Hektare Lahan Terbakar

Berita Terbaru

Kalimantan Timur

Kasus ISPA di Kaltim Tembus 9.499, Ratusan Ribu Masker Dibagikan ke Warga

Senin, 19 Okt 2026 - 11:45 WIB

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. BPBD Kaltim mencatat 8.559,61 hektare lahan terbakar hingga 12 Oktober 2026. (Foto: Wikimedia Commons)

Kalimantan Timur

Karhutla Kaltim Memburuk, 8.559 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:00 WIB