Momen Menhan Sjafrie Naik JS Kunisaki, Tinjau Bantuan Kemanusiaan Jepang untuk Karhutla

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mempawah – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau langsung kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki beserta tiga helikopter CH-47 Chinook di Mempawah, untuk mendukung percepatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Barat, Selasa (15/9/2026)

Dalam kunjungan tersebut, Menhan Sjafrie menyampaikan apresiasi secara langsung kepada seluruh unsur pimpinan pasukan bela diri Jepang yang berada di atas Kapal JS Kunisaki. Menhan sempat melaksanakan diskusi bersama para pimpinan delegasi Jepang, yang meliputi Joint Force Commander Col Nakahara Syunzi, 1st Amphibious Squadron Commander Col Noma Toshihide, JS Kunisaki Commander Lt. Col Osanai Tetsuya, CH-47 Squadron Commander Lt. Col Wakatsuki, dan pimpinan tim aju Col. Ichihasi.

Pada kesempatan itu, Menhan Sjafrie menerima laporan langsung terkait kondisi serta perkembangan operasional pasukan Jepang di lapangan. Kehangatan komunikasi semakin terjalin ketika Menhan Sjafrie juga sempat berinteraksi secara langsung melalui sambungan telepon dengan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi. Dan secara langsung Menhan Jepang memberikan instruksi kepada jajarannya.

Baca Juga :  Telusuri Persidangan Satelit 123° BT, Nama Sjafrie Sjamsoeddin Tak Muncul dalam Materi yang Diperiksa

“Sebagai Menteri Pertahanan, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi atas respons cepat dalam memberikan bantuan helikopter CH-47 yang dilengkapi kemampuan pemadaman kebakaran,” ujar Menhan Sjafrie.

Kolaborasi antara TNI dan tentara Jepang semakin dikuatkan dengan hadirnya tiga safety officer dari masing-masing matra yaitu TNI AD, TNI AL, dan TNI AU yang ditugaskan untuk mendukung koordinasi operasional pelaksanaan bantuan. Menhan Sjafrie menegaskan bahwa kehadiran bantuan ini merupakan wujud konkret dari implementasi hubungan bilateral serta Kerja Sama Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA) antara Indonesia dan Jepang, yang berlandaskan pada prinsip mutual respect dan mutual benefit.

Lebih lanjut, Menhan menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan ini bergabung dengan Satgas TNI untuk membantu BNPB. Meskipun kemampuan nasional tetap dikerahkan secara penuh, dukungan dari Jepang diintegrasikan agar penanganan bencana dapat berjalan semakin cepat dan efektif. Dalam perkembangannya, disiapkan pula rencana pergeseran daerah operasi ke wilayah selatan Kalimantan Barat, tepatnya di Ketapang, seiring dengan kondisi wilayah yang dinilai lebih memadai bagi optimalisasi operasional alutsista helikopter CH-47.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Di sisi lain, suasana keakraban terasa di sela-sela peninjauan ketika pasukan Jepang menyampaikan sangat menikmati sajian menu makanan khas Indonesia, sehingga turut merasakan kekerabatan serta persahabatan yang kuat dari pihak tuan rumah.

Menhan Sjafrie berharap integrasi alutsista dan soliditas kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata di lapangan, mempercepat pemadaman titik api, serta melindungi masyarakat dari dampak Karhutla.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh kemampuan yang ada dapat digunakan untuk melindungi masyarakat, mempercepat pemadaman, dan mengurangi dampak Karhutla. Itulah manfaat nyata dari hubungan baik dan diplomasi pertahanan Indonesia dan Jepang,” pungkas Menhan Sjafrie. (Biro Infohan Setjen Kemhan)

Berita Terkait

Tol IKN Segmen 5B Rampung 100 Persen, Serah Terima Ditargetkan Oktober 2026 dan Belum Langsung Dibuka
Pabrik Kelapa Sawit Anak Usaha PSGO Kebakaran di Kutai Timur, Kerugian Masih Dihitung
Uji Coba Distribusi MVP Revisi
Keren! 47 Hotel Indonesia Masuk Daftar MICHELIN Keys 2026
Gandeng Deddy Corbuzier, Rumah Zakat Salurkan Bantuan Pangan untuk Pengungsi Gempa Flores
Telusuri Persidangan Satelit 123° BT, Nama Sjafrie Sjamsoeddin Tak Muncul dalam Materi yang Diperiksa
Satkomhan Dikaitkan dengan Sjafrie, Padahal Kontrak Berlangsung pada 2015–2016
Atas Permintaan Keluarga, TNI Habema Berhasil Evakuasi Korban Penembakan di Kali Kolof
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Tol IKN Segmen 5B Rampung 100 Persen, Serah Terima Ditargetkan Oktober 2026 dan Belum Langsung Dibuka

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pabrik Kelapa Sawit Anak Usaha PSGO Kebakaran di Kutai Timur, Kerugian Masih Dihitung

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Uji Coba Distribusi MVP Revisi

Sabtu, 19 September 2026 - 21:10 WIB

Keren! 47 Hotel Indonesia Masuk Daftar MICHELIN Keys 2026

Selasa, 15 September 2026 - 18:07 WIB

Momen Menhan Sjafrie Naik JS Kunisaki, Tinjau Bantuan Kemanusiaan Jepang untuk Karhutla

Berita Terbaru

Kalimantan Timur

WALHI Kaltim: Karhutla Cermin Pilihan Politik, Bukan Sekadar Musim Kemarau

Selasa, 27 Okt 2026 - 17:00 WIB

Kalimantan Timur

Karhutla Balikpapan 2026 Capai 135 Kejadian, Balikpapan Timur Tertinggi

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:23 WIB