Dampak Intrusi Air Laut di Samarinda, IPA Bantuas Hentikan Sementara Produksi Air Bersih

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMARINDA — Fenomena intrusi air laut di Samarinda berimbas pada terganggunya pasokan kebutuhan air bersih bagi masyarakat. Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas terpaksa menghentikan proses produksi dan distribusi air bersih secara sementara akibat kualitas air baku pada titik pengambilan terinfeksi kadar garam yang tinggi.

Penghentian operasional diambil oleh Perumdam Tirta Kencana Kota Samarinda setelah pemeriksaan laboratorium mengonfirmasi tingkat salinitas atau kandungan klorida pada sumber air baku telah melampaui ambang batas toleransi pengolahan air bersih. Pengolahan air tidak memungkinkan untuk dipaksakan karena air yang dihasilkan tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi serta berisiko merusak sistem perpipaan dan mesin instalasi.

Baca Juga :  Mulai Bulan Februari 2025, Balikpapan City Trans Akan Bertarif

Kebijakan penghentian sementara tersebut berdampak langsung pada penghentian aliran air bersih ke pemukiman pelanggan di wilayah Bantuas dan kawasan sekitarnya. Pihak pengelola menyampaikan bahwa penutupan aliran ini merupakan prosedur keselamatan standar demi memastikan kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjamin sesuai regulasi kesehatan.

Petugas teknis dari Perumdam Tirta Kencana terus melakukan pengujian kadar salinitas secara berkala pada titik intake sungai. Operasional IPA Bantuas dijadwalkan akan langsung berproduksi kembali secara normal segera setelah tingkat keasinan air baku menyusut dan kembali berada dalam batas aman pengolahan.

Baca Juga :  Kukar Lestarikan 110 Ribu Hektare Lahan Gambut Demi Kelestarian Lingkungan

Untuk mengantisipasi krisis air bersih selama masa penanganan, pihak pengelola menyiagakan armada truk tangki guna mendistribusikan air bersih secara darurat ke wilayah yang terdampak paling signifikan. Pelanggan diimbau untuk menghemat penggunaan persediaan air yang ada serta berkoordinasi dengan pengurus lingkungan setempat apabila membutuhkan pengiriman bantuan air tangki hingga operasional instalasi kembali pulih.

Berita Terkait

Putusan MA soal Suket Gibran: Apa Artinya bagi Warga Kaltim dan Bagaimana Proses Politiknya Berjalan
Dakwaan Silmy Karim Rp168,9 Miliar: Pelajaran dari Kasus Pungutan Izin Tinggal WNA
Video Viral Sejak 20 Oktober: Warga Kaltim Tebar Benih Pohon di Lahan Bekas Karhutla
Polri Tetapkan 243 Orang dan 13 Korporasi Tersangka Karhutla, 23 Laporan Direkomendasikan Cabut Izin
WALHI Kaltim: Karhutla Cermin Pilihan Politik, Bukan Sekadar Musim Kemarau
Karhutla Balikpapan 2026 Capai 135 Kejadian, Balikpapan Timur Tertinggi
Tol IKN Segmen 5B Rampung 100 Persen, Serah Terima Ditargetkan Oktober 2026 dan Belum Langsung Dibuka
Pemkab PPU Perpanjang Siaga Darurat Karhutla hingga Akhir 2026, 273 Kejadian Hanguskan 632,26 Hektare
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:31 WIB

Putusan MA soal Suket Gibran: Apa Artinya bagi Warga Kaltim dan Bagaimana Proses Politiknya Berjalan

Senin, 2 November 2026 - 14:09 WIB

Dakwaan Silmy Karim Rp168,9 Miliar: Pelajaran dari Kasus Pungutan Izin Tinggal WNA

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Video Viral Sejak 20 Oktober: Warga Kaltim Tebar Benih Pohon di Lahan Bekas Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Polri Tetapkan 243 Orang dan 13 Korporasi Tersangka Karhutla, 23 Laporan Direkomendasikan Cabut Izin

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:00 WIB

WALHI Kaltim: Karhutla Cermin Pilihan Politik, Bukan Sekadar Musim Kemarau

Berita Terbaru

Kalimantan Timur

WALHI Kaltim: Karhutla Cermin Pilihan Politik, Bukan Sekadar Musim Kemarau

Selasa, 27 Okt 2026 - 17:00 WIB