Kaltim Pacu Pembentukan 400 Koperasi Merah Putih, Ditarget Rampung sebelum 12 Juli 2025

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tancap gas membentuk 400 koperasi merah putih di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini dijalankan untuk menuntaskan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel). Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa konversi ratusan koperasi desa menjadi koperasi merah putih harus selesai sebelum peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli 2025.

Sambut Hari Koperasi Nasional dengan Aksi Nyata

Menurut Seno Aji, sudah ada sekitar 400 koperasi desa siap bertransformasi. Sisanya—yang tersebar di pelosok Kutai Timur, Berau, Paser, hingga Mahakam Ulu—sedang “dikebut” agar memenuhi syarat legalitas, permodalan, dan tata kelola modern. “Dua pekan ke depan kami kumpulkan seluruh kepala desa untuk finalisasi dokumen. Targetnya 100 persen rampung sebelum 12 Juli,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (19/5/2025).

Inpres 9/2025: Payung Hukum Transformasi Koperasi

Inpres 9/2025 menjadi pijakan hukum penataan ulang koperasi desa agar lebih adaptif pada ekonomi digital. Melalui skema koperasi merah putih, setiap desa wajib memiliki satu koperasi multifungsi yang mencakup layanan simpan pinjam, pemasaran produk, logistik pangan, hingga toko daring desa. Pemerintah pusat menanggung biaya pendaftaran badan hukum, pelatihan SDM, serta integrasi sistem digital koperasi.

Kunjungan Wakil Menteri untuk Gas Pol

Guna memastikan percepatan, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria dan Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono dijadwalkan meninjau Kaltim pada 24 Mei 2025. Mereka akan berdialog dengan pengurus koperasi desa, meninjau model gudang pangan terpadu, dan meluncurkan aplikasi Kopdeskel Hub—dashboard transaksi antarkoperasi merah putih.

Baca Juga :  Terungkap! Fakta di Balik Kebakaran BIGmall Samarinda: Tenant yang Terbakar & Evaluasi Sistem Proteksi Mal

Kontribusi pada Pengendalian Inflasi Daerah

Gagasan utama koperasi merah putih ialah mengonsolidasikan rantai pasok komoditas pokok dari produsen desa hingga pasar kota. Dengan begitu, fluktuasi harga beras, cabai, dan telur bisa ditekan—sejalan dengan arahan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pemprov menyiapkan skema buffer stock koperasi regional; koperasi-koperasi desa memasok minimal 10 persen produksi pangan ke gudang berbasis blockchain untuk transparansi stok.

Kutai Timur, Samarinda, dan Penajam Jadi Motor

Beberapa daerah sudah selangkah lebih maju. Dinas Koperasi Kutai Timur memproses 141 usulan koperasi merah putih; Pemkot Samarinda menargetkan 59 koperasi pangan digital sebelum Juni berakhir; sedangkan Penajam Paser Utara—wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN)—menyiapkan koperasi jasa konstruksi untuk mendukung pembangunan ibu kota baru.

Peluang bagi UMKM, Pemuda, dan Perempuan

Skema baru ini membuka jalan kolaborasi dengan lebih dari 450 ribu pelaku UMKM Kaltim. Mereka akan difasilitasi menjadi anggota koperasi merah putih guna memperoleh akses pembiayaan murah 3 persen setara KUR super-mikro. Program Koperasi Milenial juga dirancang—menarik kreator muda bergabung sebagai manajer pemasaran digital, sementara Koperasi Srikandi memfokuskan pemberdayaan ibu-ibu produsen olahan ikan dan kerajinan rotan.

Digitalisasi Jadi Syarat Wajib

Untuk menghindari koperasi “mati suri”, Pemprov menggandeng Bankaltimtara dan Telkom Indonesia menghadirkan e-wallet khusus anggota koperasi merah putih. Semua transaksi—setoran simpanan, pembayaran cicilan, hingga pembelian pupuk—direkam secara real-time, memudahkan audit dan meningkatkan kepercayaan anggota. Akses internet satelit juga dipasang di 223 desa blank spot agar aplikasi dapat dipakai tanpa hambatan.

Baca Juga :  The Trump Administration's Legacy in World Politics: An Assessment

Tantangan: Literasi dan Data Terpadu

Meski target ambisius, tantangan tetap ada. Pertama, literasi keuangan sebagian pengurus masih rendah; Dinas Koperasi menyiapkan coaching clinic intensif. Kedua, penyatuan basis data 1,2 juta anggota lama ke dalam sistem baru memerlukan pemadanan NIK–NPWP; Dinas Kependudukan turun tangan untuk verifikasi on-the-spot. Ketiga, pendanaan modernisasi gudang pendingin di wilayah pesisir perlu investasi hingga Rp 75 miliar—pemprov tengah menegosiasikan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sinergi dengan Ibu Kota Nusantara

Pembentukan koperasi merah putih juga strategis untuk menopang rantai pasok pangan dan material ke IKN. Menteri PPN/Kepala Bappenas menggarisbawahi bahwa 17 persen kebutuhan pangan IKN akan disuplai koperasi merah putih Kaltim. Skema vendor pooling membuat koperasi desa bisa menawar kontrak logistik skala besar—sesuatu yang sulit dilakukan secara individual.

Optimisme Jelang 12 Juli 2025

Dengan roadmap dan dukungan lintas kementerian, Pemprov optimistis finis tepat waktu. “Hari Koperasi Nasional tahun ini harus jadi momentum kebangkitan gerakan koperasi modern. Jika Kaltim sukses, modelnya akan direplikasi di 75 ribu desa se-Indonesia,” tegas Seno Aji.

Transformasi ini bukan sekadar ganti nama. Koperasi merah putih diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan, menjaga harga tetap wajar, memperluas akses pasar, dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Bila semua berjalan lancar, 400 koperasi baru itu akan menorehkan sejarah pada 12 Juli 2025—hari ketika semangat gotong royong koperasi kembali merah-putih di Bumi Etam.

Berita Terkait

Serangan KKB Tewaskan Lima Pekerja, TNI Pastikan Perlindungan bagi Warga dan Pekerja Infrastruktur
Kinerja dan Pengabdian Diapresiasi, Tukin Kemenhan-TNI Naik Pertama Kali Sejak 2018
Warganet Pertanyakan Dasar Narasi yang Mengaitkan Kemhan dengan Barang Bukti Sitaan
Insiden dengan Pengemudi Ojol Diselesaikan, Kemhan Ingatkan Personel Tertib Berlalu Lintas
Maruarar Tegaskan Piala Presiden 2026 Tanpa APBN, Sepak Bola Harus Gerakkan Ekonomi Rakyat
DPR Sahkan Kerja Sama Pertahanan RI–Malaysia dan RI–Turki, Kemhan Perkuat Diplomasi Strategis
Kemhan Utamakan Efisiensi dan Nilai Strategis dalam Kajian Giuseppe Garibaldi
Kemhan Siap Jalankan Arahan Presiden demi Kepentingan Bangsa dan Kesejahteraan Masyarakat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Serangan KKB Tewaskan Lima Pekerja, TNI Pastikan Perlindungan bagi Warga dan Pekerja Infrastruktur

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:21 WIB

Kinerja dan Pengabdian Diapresiasi, Tukin Kemenhan-TNI Naik Pertama Kali Sejak 2018

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:09 WIB

Warganet Pertanyakan Dasar Narasi yang Mengaitkan Kemhan dengan Barang Bukti Sitaan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:49 WIB

Maruarar Tegaskan Piala Presiden 2026 Tanpa APBN, Sepak Bola Harus Gerakkan Ekonomi Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:16 WIB

DPR Sahkan Kerja Sama Pertahanan RI–Malaysia dan RI–Turki, Kemhan Perkuat Diplomasi Strategis

Berita Terbaru