BNPB: 454,25 Hektare Karhutla Padam, 570,08 Hektare Masih Ditangani di 6 Provinsi

- Jurnalis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. (Foto: MWul/Wikimedia Commons, CC BY 4.0)

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. (Foto: MWul/Wikimedia Commons, CC BY 4.0)

SAMARINDA, tempokaltim.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat karhutla 454 hektare padam dari total target penanganan 1.024,33 hektare di enam provinsi prioritas hingga Senin (19/10/2026). Tim gabungan berhasil memadamkan 454,25 hektare kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari total target tersebut. Satuan tugas gabungan masih memadamkan dan mendinginkan sisa lahan seluas 570,08 hektare secara intensif.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan data tersebut di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Enam provinsi prioritas itu berada di Sumatera dan Kalimantan yang sebagian besar merupakan lahan gambut.

“BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terus mengintensifkan pengerahan personel dan sumber daya guna menuntaskan sisa titik api di wilayah-wilayah tersebut,” kata Berton.

Rincian Karhutla 454 Hektare Padam: Kalimantan Tengah Terluas, Riau Tuntas Seluruhnya

Kalimantan Tengah mencatat target penanganan terluas, yakni 452,49 hektare. Dari jumlah itu, 63,10 hektare telah padam. Petugas di lapangan masih menangani 389,39 hektare lainnya.

Sumatera Selatan berada di urutan berikutnya dengan target 401,67 hektare. Tim gabungan telah memadamkan 293,17 hektare dan menyisakan 108,50 hektare yang belum padam.

Baca Juga :  Said Didu Respons Pemberitaan Kasus Satelit, Tekankan Pentingnya Ketepatan Kronologi

Adapun Jambi mencatat target 96,50 hektare dengan 32 hektare padam. Kalimantan Selatan mencatat target 58,45 hektare dengan 50,95 hektare padam, dan Kalimantan Barat mencatat target 11,92 hektare dengan 11,73 hektare padam. Riau menjadi provinsi tercepat karena tim gabungan berhasil memadamkan seluruh target 3,30 hektare.

Kalimantan Timur dan IKN Ikut Ditangani, Api Dekati Permukiman

Di luar enam provinsi prioritas, BNPB juga menangani karhutla di wilayah lain dengan total luas terbakar sekitar 572,90 hektare. Kalimantan Timur dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat sekitar 97,77 hektare, dan sekitar 95,77 hektare di antaranya telah padam.

Di Samarinda, kebakaran lahan di Jalan Telkom, Kelurahan Sambutan, membara sejak Minggu (18/10/2026) hingga Senin dini hari. Koordinator Bidang Logistik dan Sarana Prasarana BPBD Kota Samarinda, Ifran, menyebut api tersebar di enam hingga tujuh titik dengan luas terdampak sekitar 10 hektare. Api sempat mengancam rumah warga karena material yang masih membara memicu kebakaran kembali.

Baca Juga :  Pemkot Balikpapan Siapkan 15 Perumahan Terlantar di Balikpapan Jadi Aset Daerah

Liputan televisi nasional juga menayangkan kepanikan warga Sambutan saat api mendekati permukiman. Seorang warga menjalani evakuasi ke rumah sakit setelah mengalami sesak napas akibat paparan asap.

Kondisi ini melanjutkan rangkaian dampak kabut asap di Kaltim yang sebelumnya mengganggu ratusan penerbangan di Kalimantan dan menyelimuti kawasan inti IKN.

Operasi Modifikasi Cuaca dan Harapan Musim Hujan

Pemerintah menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berbasis dry ice untuk mengurai kabut asap di wilayah terdampak. Teknologi ini melengkapi operasi darat dan udara yang kerap menghadapi kendala jarak pandang.

Menurut perkiraan Berton, beban operasi karhutla berangsur ringan seiring masuknya awal musim hujan. BMKG memprediksi musim hujan tiba bertahap di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat pada Oktober hingga November, serta Kalimantan Selatan pada November hingga Desember.

Meski begitu, warga di sekitar titik api tetap harus waspada. Asap sisa pembakaran masih berpotensi mengganggu pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan.

Sumber Berita : IDKabar, Validnews, Tabloid Nusantara, Deadline News, Liputan 6

Berita Terkait

Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Viral Diduga Dorong Mahasiswa, Polda Kaltim Dalami Dugaan Pelanggaran
Asap Selimuti IKN, Istana Garuda Tampak Samar, Water Bombing Dikerahkan
Asap Karhutla Ganggu 390 Penerbangan di Kalimantan dalam Sepekan, Kalteng Terparah
Dinkes Kaltim: Kenaikan ISPA Imbas Asap Belum Signifikan, Warga Diminta Pakai Masker
Kasus ISPA di Kaltim Tembus 9.499, Ratusan Ribu Masker Dibagikan ke Warga
Kasus ISPA di Kaltim Melonjak Tembus 9 Ribu Jiwa akibat Kabut Asap Karhutla
Kabut Asap Karhutla Selimuti Kawasan Inti IKN, Istana Garuda Nyaris Tak Terlihat
Karhutla Kaltim Memburuk, 8.559 Hektare Lahan Terbakar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Viral Diduga Dorong Mahasiswa, Polda Kaltim Dalami Dugaan Pelanggaran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

BNPB: 454,25 Hektare Karhutla Padam, 570,08 Hektare Masih Ditangani di 6 Provinsi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Asap Selimuti IKN, Istana Garuda Tampak Samar, Water Bombing Dikerahkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Asap Karhutla Ganggu 390 Penerbangan di Kalimantan dalam Sepekan, Kalteng Terparah

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Dinkes Kaltim: Kenaikan ISPA Imbas Asap Belum Signifikan, Warga Diminta Pakai Masker

Berita Terbaru

Helicopter of water bombing, was helping them to watered peat soils. Often, watered the flame.

Kalimantan Timur

Asap Selimuti IKN, Istana Garuda Tampak Samar, Water Bombing Dikerahkan

Selasa, 20 Okt 2026 - 15:00 WIB