BALIKPAPAN, tempokaltim.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu 390 penerbangan di Kalimantan selama periode 12-18 Oktober 2026. Angka tersebut naik 34 persen atau bertambah 99 penerbangan dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatatkan 291 penerbangan.
Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan melaporkan rincian gangguan tersebut. Sebanyak 330 penerbangan mengalami pembatalan atau penundaan jadwal, sementara 60 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan. Pada periode ini tidak ada penerbangan yang dialihkan ke bandara lain.
Kalteng Terparah, Visibility 50 Meter
Kepala Otban Wilayah VII Balikpapan Ferdinan Nurdin mengonfirmasi Kalimantan Tengah menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 298 penerbangan atau 76,4 persen dari total. Kalimantan Timur mencatat 82 penerbangan atau sekitar 21 persen, dan Kalimantan Utara 10 penerbangan atau 2,6 persen.
Jarak pandang menjadi faktor penentu operasional. Visibility minimum tercatat hanya 50 meter di Bandara H Asan Sampit, 80 meter di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, dan 100 meter di Bandara Haji Muhammad Sidik Barito Utara. Sebagai pembanding, pada pekan sebelumnya jarak pandang minimum masih berada di angka 100 meter.
Keselamatan Jadi Prioritas
Ferdinan menegaskan seluruh keputusan operasional maskapai dan bandara diambil dengan pertimbangan keselamatan sebagai prioritas utama. Pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, AirNav Indonesia, BMKG, dan pemerintah daerah untuk memantau situasi terkini.
Maskapai diimbau tetap memenuhi hak calon penumpang yang terdampak penundaan maupun pembatalan, termasuk penjadwalan ulang dan pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan. Masyarakat diminta memantau informasi terbaru dari maskapai dan bandara sebelum berangkat.
Sumber Berita : Kotaku, Kasak Kusuk, BSI News, Otban Wilayah VII Balikpapan











